PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BREBES

NPP 3329042B0000002

  • Profil
  • Informasi
  • Berita
  • Buku Tamu
  • Bantuan
  • Login Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perbandingan Algoritma Naive Bayes dan C.45 Dalam Diagnosis Penyakit Paru-Paru

Teks

Perbandingan Algoritma Naive Bayes dan C.45 Dalam Diagnosis Penyakit Paru-Paru

Afifah Meilyn Sindyka - Nama Orang;

Penyakit paru-paru sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan
pernafasan dalam jangka pendek maupun panjang. Kualitas udara yang
kotor/tercemar menjadi permasalahaan yang sering terjadi sehingga udara yang
dihirup manusia banyak mengandung virus/bakteri yang menyebabkan seseorang
terkena penyakit paru-paru. Terjadinya kesalahan dalam mendiagnosis pasien
menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Adanya teknologi dapat memberikan
kemudahan segala aktivitas salah satunya dibidang kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kinerja algoritma naive bayes dan C4.5 dalam
membandingkan hasil diagnosis untuk mengklasifikasi yang terkena penyakit
paru-paru.
Metode data mining dalampenelitian ini menggunakan algoritma naive bayes dan
C4.5 untuk mengklasifikasi hasil diagnosis yang terkena penyakit paru-paru.
Pengklasifikasian algoritma naive bayes dilakukan dengan memproses dataset
yang menentukan frekuensi setiap nilai kelas dan metode klasifikasi pada
algoritma C4.5 membuat pohon keputusan sesuai aturan yang ada. Data yang
digunakan pada penerapan kedua algoritma tersebut dari dataset private dengan
jumlah 325 record dengan 5 atribut.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran kinerja algoritma naive bayes
pengujian confusion matrix dengan validasi 10-fold cross validation menghasilkan
akurasi sebesar 91,08%. Pengukuran kinerja yang sama juga dilakukan pada
algoritma C4.5 yaitu confusion matrix dan validasi 10-fold cross validation
menghasilkan akurasi sebesar 89,23%. Hasil akurasi menunjukkan algoritma
naive bayes memiliki akurasi lebih tinggi dari algoritma C4.5 dengan selisih
1,85%, Kesimpulannya adalah algoritma naive bayes lebih baik untuk
mengklasifikasi hasil diagnosis penyakit paru-paru.


Ketersediaan
S00021.24RF TI.S00021.24 Mei pMy Library (Referensi)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RF TI.S00021.24 Mei p
Penerbit
Brebes : STMIK MPB., 2024
Deskripsi Fisik
xiv,92hlm.;30cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
TI.S00021.24
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
data mining
Naïve Bayes
C4.5
Penyakit Paru-paru
Diagnosis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Afifah Meilyn Sindyka (20.01.0.0047) Skripsi diajukan kepada Progam Sarjana Sebagai bagian persyaratan untuk meraih derajat Sarjana Komputer
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Perbandingan Algoritma Naive Bayes dan C.45 Dalam Diagnosis Penyakit Paru-Paru
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BREBES
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Kuesioner

Link lainnya :

STMIK-MPB
JURTISI (OJS)

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik