Teks
PERBANDINGAN ALGORITMA BREADTH-FIRST SEARCH (BFS), DEPTH-FIRST SEARCH (DFS), DAN DIJKSTRA DALAM MENENTUKAN RUTE TERPENDEK DI PURWOKERTO
Penentuan rute terpendek dalam jaringan jalan perkotaan menjadi tantangan penting
mengingat beragamnya pilihan jalur dan kebutuhan efisiensi komputasi. Penelitian
ini mengkaji perbandingan tiga algoritma Breadth‑First Search (BFS), Depth‑First
Search (DFS), dan Dijkstra dalam menemukan rute terpendek dari Stasiun
Purwokerto menuju RSU Sinar Kasih Purwokerto pada graf berbobot yang
merepresentasikan data jaringan jalan statis di Purwokerto.
Tujuan utama penelitian ini adalah membandingkan jarak rute terpendek yang
dihasilkan oleh ketiga algoritma, mengukur waktu komputasi masing‑masing
algoritma, dan menentukan algoritma paling optimal melalui metode Weighted Sum
Model (WSM) dengan bobot kriteria jarak dan waktu komputasi.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Dijkstra menghasilkan rute terpendek, yakni
sejauh 5.095 meter, diikuti BFS (5.300 meter) dan DFS (12.300 meter). Dari aspek
waktu komputasi, DFS tercatat paling cepat dengan rata‑rata 0,0000174 detik,
diikuti BFS (0,0000296 detik) dan Dijkstra (0,0000524 detik). Melalui metode
WSM dengan bobot 0,7 untuk jarak dan 0,3 untuk waktu komputasi, algoritma BFS
memperoleh skor tertinggi (0,8493), mengungguli Dijkstra (0,7996) dan DFS
(0,5900).
Dengan demikian, meskipun Dijkstra unggul dalam meminimalkan jarak dan DFS
unggul dalam kecepatan komputasi, BFS memberikan kompromi terbaik antara
jarak rute dan waktu komputasi, sehingga direkomendasikan sebagai algoritma
optimal untuk penentuan rute terpendek di Purwokerto.
| S00027.25 | RF TI.S00027.25 Bay p | My Library (Referensi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain